Malam ini sangat
sepi, tidak seperti biasanya gubuk tua yang selalu ramai oleh keluarga, malam ini
aku hanya berdua dengan adikku, tapi adikku sedang pergi main bersama temannya.
Semilir angin malam membuat bulu kuduk berdiri, suasana senyap tanpa suara,
hanya suara detik jam dan gemuruh dedaunan yang terhempas angin.
Lampu yang
menyinari kamar tiba-tiba redup tanpa sebab, khayalanku tak karuan ketika
mendengar suara gordeng pintu seperti ada yang menggeser, Tanyaku “siapa itu?,” tidak
ada yang menjawab, mungkin hanya angin pikirku. “kreeekk….kreeekk…kreekk…”
pintu usang itu terbuka,
pikiranku semakin kacau, lidahku terasa seperti tergigit, tak bisa berkata. Semakin kubuka lebar mata ini, terlihat bayangan putih melewati ruangan tamu. Seingatku hawa (adikku) memakai baju merah tadi sebelum pergi, lalu itu siapa? Ahhh!!! Pikiranku makin tak menentu. Keringatku mulai bercucuran menahan takut, kakiku tidak bisa di gerakan “kenapa gabisa bergerakk?!” ucapku dalam hati, please jangan sekarang, “AYO BERGERAK!!” teriak dalam hati.
pikiranku semakin kacau, lidahku terasa seperti tergigit, tak bisa berkata. Semakin kubuka lebar mata ini, terlihat bayangan putih melewati ruangan tamu. Seingatku hawa (adikku) memakai baju merah tadi sebelum pergi, lalu itu siapa? Ahhh!!! Pikiranku makin tak menentu. Keringatku mulai bercucuran menahan takut, kakiku tidak bisa di gerakan “kenapa gabisa bergerakk?!” ucapku dalam hati, please jangan sekarang, “AYO BERGERAK!!” teriak dalam hati.
Bayangan putih nampak lagi melewati ruang tamu “astaghfirullah.. astaghfirullah.. ya allah…”
aku semakin
takut, mulut ini sama sekali tidak bias berucap. Bulu kudukku semakin
merinding, kakiku semakin kaku untuk digerakan.
Tiba-tiba ada
asap keluar dari ruang garasi, pikirku itu asap kendaraan motor, tapi tidak
mungkin karena tidak ada satupun suara kendaraan yang bunyi. Detik jam semakin
jelas terdengar, semakin kencang angin terasa, semakin membuat tubuh ini kaku
untuk digerakan.
“AH KAMPRET,
SIAPA SIH ITU?!” menggerutu kesal dalam hati. Ada cahaya seperti api disana
membuat rasa takut ini semakin menjadi-jadi, baru sekali ini terjadi pengalaman
seperti ini dalam hidupku. Pikiranku semakin melayang-layang, bayangan putih
itu berserta cahayanya mendekati pintu kamarku “G..GAAK MUNGKIINNN.. IT..
ITTUU.... HAAAAAA!!!”
“HAAAWAAA!!!! LO NGAPAIN?!!!”
“hawa bakar ini ka” sambil nunjuk obat
bakar nyamuk
“BAKAR OBAT DISITU? ITU GARASI HAWA!!”
T A M A T.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Thank's udah mau mampir di blog saya.. Kalo ada problem diblog ini, tinggal koment aja dibawah ini !!